SP 3

Kawinda To’i ditetapkan sebagai lokasi induk yang siap menampung tiga unit transmigrasi yakni SP 3, SP 4, dan Sp 5. Kawasan Transmigrasi UPT. Sori Panihi SP 3 disiapkan tahun 2004 (Disnakertrans Kab. Bima, 2025). Transmigrasi SP 3 ditempatkan sejak 8 Januari 2005 (Data primer 2025). Penduduk transmigrasi yang datang sebanyak Wilayah SP 3 mulai terbentuk pada tahun 2005 dengan jumlah 20 kepala keluarga (KK) sebagai cikal bakal transmigrasi (Data Primer 2025). Penetapan jumlah dan identitas warga didasarkan pada Keputusan Bupati Bima Nomor: 188.45/303/003/2011 tentang Daftar Nominatif Warga Transmigran UPT Sori Panihi SP. 3 Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima Tahun 2011. Awal penempatan pemerintah melakukan pembinaan intensif selama beberapa tahun. Keputusan tersebut menetapkan total 250 Kepala Keluarga (KK) atau 976 jiwa yang ditempatkan di UPT ini, lengkap dengan data nomor rumah dan daerah asal. Sebanyak 63 KK berasal dari Pulau Lombok, sementara mayoritas, yaitu 187 KK, merupakan transmigran lokal yang berasal dari Kabupaten Bima.
Pada periode 2004 hingga 2010, UPT Sori Panihi SP.3 berada di bawah pembinaan organisasi UPT yang difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima. Selama masa pembinaan tersebut, masyarakat transmigran memperoleh berbagai pelatihan, antara lain budidaya jambu mete, pelatihan da’i, sosialisasi penguatan kerukunan dan keharmonisan warga, serta pelatihan terkait aspek kelembagaan. Seluruh kegiatan pembinaan tersebut berakhir ketika status UPT Sori Panihi SP.3 resmi diserahkan kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Desa induk Kawinda To’i, sebagaimana dituangkan dalam Berita Acara Pengakhiran Status Pembinaan Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Sori Panihi SP.3 Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Nomor 595/201/NAKERTRANS. Penyerahan simbolis dilakukan pada Senin, 25 Oktober 2010 di Gedung Pertemuan Paruga Parenta, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Disnakertrans Kab Bima, 2010).
Setelah berada di bawah kewenangan desa, muncul usulan pembentukan dusun. Usulan tersebut berkembang Dusun Oi Marai yang dihuni sekitar 250 KK, ditambah dengan keberadaan penduduk lokal yang berbaur dengan para transmigran. Seiring perkembangan, pada 2023 muncul kembali usulan pemekaran sehingga wilayah SP 3 terbagi menjadi dua dusun yaitu Dusun Oi Marai dan Dusun Mpode.
Mayoritas masyarakat di SP 3 bekerja sebagai petani. Mereka mengandalkan musim hujan untuk melaksanakan kegiatan pertanian, seperti menanam padi dan jagung. Hal ini disebabkan oleh minimnya sarana dan prasarana pertanian, terutama saluran irigasi yang belum tersedia serta akses jalan menuju ladang yang masih kurang baik. Meskipun sempat ramai pada awalnya, dinamika penduduk mengalami perubahan, jaringan komunikasi sulit, akses terbatas, serta penghidupan hanya mengandalkan satu musim pertanian. Potensi lain seperti madu hutan sempat menjadi sumber tambahan, namun kelompok madu tidak lagi aktif akibat kendala modal, pemasaran, dan jaringan komunikasi.
Demografi awal penempatan UPT. Sori Panihi SP 3 pada tahun 2004 sebanyak 250 KK atau 1000 Jiwa (Lampiran 15) (Disnakertrans NTB, 2020). Saat ini jumlah KK UPT. Sori Panihi SP 3 tersisa 100 KK yang terbagi dua wilayah yakni 50 KK di Dusun Oi Marai dan 50 KK lainnya di Dusun Mpode. Jumlah penduduk saat ini diperkirakan mencapai ±350 jiwa.

Data Umum Wilayah
Desa Administrasi Kawinda To'i
Kepala Desa Iskandar
Luas Desa Administrasi 35895 Ha
Luas Desa Dalam Wilayah Transmigrasi 3660 Ha
Jumlah Penduduk SP 100 KK
Kecamatan Administrasi Tambora
Kabupaten Administrasi Bima
Provinsi Administrasi Nusa Tenggara Barat
Akses jalan raya terdekat Dekat dengan jalan kolektor, didominasi oleh jalan lain
Data Sosial-Ekonomi dan Demografi
3 Pekerjaan Dominan Petani, Peternak, Pekebun
Pendapatan Rp500.000-Rp1.000.000
Jumlah Petani 80 KK
Jumlah Peternak 68 Orang
Jumlah Nelayan 10 Orang
Data Komoditas Pertanian
Luas Lahan Pertanian 2295.70 Ha
Luas Sawah Calon LP2B 227.38 Ha
Luas Sawah Non LP2B 405.17 Ha
Luas Tegalan Calon LCP2B 551.38 Ha
Luas Tegalan Non LCP2B 1061.74 Ha
Jumlah Komoditas Pertanian 6 Komoditas
Jenis Komoditas Pertanian Jambu Mete, Kacang Tanah, Padi, Pisang, Tembakau, Jagung
Jumlah Poktan 7 Poktan
Jumlah Gapoktan -
Fasilitas Pendukung Pertanian Penggilingan Jagung (Berbayar/Pengepul), Transportrasi (Berbayar/Pengepul), Alat Potong Tembakau (Berbayar/Pengepul), Penggilingan Padi (Berbayar/Pengepul), Unit Penjemuran Jagung
Keberadaan Produk Turunan -
Produktivitas Komoditas Jagung -
Luas Komoditas Jagung -
Harga Komoditas Jagung Rp4.000-Rp4.400/kg
Produktivitas Komoditas Padi Tidak ada
Luas Komoditas Padi Tidak ada
Harga Komoditas Padi Tidak ada
Produktivitas Komoditas Kacang Tanah 1.7 Ton/ha
Luas Komoditas Kacang Tanah -
Harga Komoditas Kacang Tanah Rp12.500/kg
Produktivitas Komoditas Ubi Jalar Tidak ada
Luas Komoditas Ubi Jalar Tidak ada
Harga Komoditas Ubi Jalar Tidak ada
Produktivitas Komoditas Ubi Kayu Tidak ada
Luas Komoditas Ubi Kayu Tidak ada
Harga Komoditas Ubi Kayu Tidak ada
Produktivitas Komoditas Cabai Tidak ada
Luas Komoditas Cabai Tidak ada
Harga Komoditas Cabai Tidak ada
Produktivitas Komoditas Jambu Mete 0.8-2 Ton/ha
Luas Komoditas Jambu Mete -
Harga Komoditas Jambu Mete Rp19.000/kg
Produktivitas Komoditas Wijen Tidak ada
Luas Komoditas Wijen Tidak ada
Harga Komoditas Wijen Tidak ada
Produktivitas Komoditas Pisang -
Luas Komoditas Pisang -
Harga Komoditas Pisang Rp80.000 – Rp100.000/tandan
Produktivitas Komoditas Tembakau 1 Ton/ha
Luas Komoditas Tembakau -
Harga Komoditas Tembakau Rp15.000-Rp55.000/kg
Produktivitas Komoditas Jeruk Tidak ada
Luas Komoditas Jeruk Tidak ada
Harga Komoditas Jeruk Tidak ada
Data Komoditas Peternakan
Jumlah Komoditas Ternak 4 Komoditas
Jenis Komoditas Ternak Sapi, Kambing, Kuda, Kerbau Toraja
Produksi Ternak -
Fasilitas Pendukung Peternakan 2 Kandang Sapi
Produk Turunan Komoditas Ternak -
Data Komoditas Perikanan dan Kelautan
Jumlah Komoditas Perikanan dan Kelautan 5 Komoditas
Jenis Komoditas Perikanan dan Kelautan Teri Nasi, Bengkolo, Kerapu Merah, Ketambah, Grisi
Produksi Perikanan dan Kelautan -
Fasilitas Pendukung Perikanan dan Kelautan 10 Perahu
Produk Turunan Perikanan dan Kelautan -
Data Lingkungan dan Biofisik
Ketinggian Rata-rata 110,09 m
Kelerengan Rata-rata 0.1129
Tanah Dominan Ustipsamments , Haplustands
Curah Hujan Rata-rata Harian 8.78 mm/hari
Total Curah Hujan Tahunan 3205 mm
Suhu Rata-rata Tahunan 27.76 °C
Suhu Rata-rata Harian Permukaan Tanah Siang Hari 44.33 °C
Evapotranspirasi Tahunan 1.54 mm
Risiko Bencana Tanah Longsor Rendah
Risiko Bencana Kekeringan Tinggi
Risiko Bencana Letusan Gunung Berapi Rendah
Risiko Bencana Banjir Bandang Tinggi
Risiko Bencana Gempa Bumi Tinggi
Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Sedang
Risiko Bencana Cuaca Ekstrim Tinggi
Risiko Bencana Likuefaksi Tanah Tinggi
Nilai Rata-rata NDVI 0,71
Kelembapan Relatif (RH) 78,98%
Unsur Hara dan Retensi Hara
Persiapan Contoh Tanah 1
pH H2O 6,73
pH KCl 5,59
C-Organik 1,61 %
N-Total 0,24 %
P-Tersedia (Olsen) 31,7 ppm P₂O₅
KTK 7,05 cmol/kg
Mg-dd 1,06 cmol Mg/kg
Ca-dd 5,21 cmol Ca/kg
K-dd 0,31 cmol K/kg
Na-dd 0,71 cmol Na/kg
Al-dd 0,09 cmol Al/kg
H-dd 0,40 cmol H/kg
P Potensial 271 mg P₂O₅/100g
K Potensial 77,8 mg K₂O/100g
K-Tersedia (Olsen) 18,2 ppm K₂O
Kejenuhan Basa Keterbatasan air/saluran irigasi, pertanian Tadah Hujan, Jalan usaha rusak, Sistem pertanian tradisional, tidak ada pengolahan pertanian dan Keterbatasan akses permodalan
Sodisitas 12.03
Hara Tersedia 0.0974
Retensi Hara Sedang
Data Teknis dan Tantangan Lapangan
Keluhan atau Hambatan Teknis Terkait Komoditas Pertanian Tadah Hujan, Sulitnya akses sinyal serta Kerusakan jalan usaha.