SP 1

Kawasan Transmigrasi UPT. Sori Panihi SP 1 ditempatkan tahun 2001. Sekitar 200 kepala keluarga atau sebesar 952 Jiwa ditempatkan (Disnakertrans Prov. NTB, 2020). Pada awalnya kawasan ini masih hutan belukar dan jarang penduduk, sedikit demi sedikit lahan dibuka untuk menjadi kebun Jagung, Jambu Mete, Kacang Tanah, dan juga padang penggembalaan Sapi. Sebagian transmigran kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru dan memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya.
Tahun 2001 hingga 2009 UPT Sori Panihi SP 1 masih berada dalam binaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima. Status pembinaan UPT Sori Panihi SP.1 resmi berakhir setelah diterbitkannya Berita Acara Pengakhiran Status Pembinaan dengan Nomor 595/120/NAKERTRANS (Disnakertrans Kab. Bima 2009). Dokumen tersebut ditandatangani pada 15 Oktober 2009 di Gedung Pertemuan Paruga Parenta, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima serta Bupati Bima. Pengakhiran status pembinaan UPT Sori Panihi SP.1 menandai beralihnya kewenangan pembangunan dan pembinaan permukiman tersebut dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima kepada Pemerintah Daerah, yang dalam hal ini diterima secara resmi oleh Bupati Bima.
Kawasan ini resmi menjadi desa mandiri Rasabou pada tahun 2012. Desa ini terdiri dari dua Dusun, yakni Dusun Rasabou dan Dusun Nanga Rao. Secara keseluruhan, Desa Rasabou memiliki total 6 Rukun Tetangga (RT) dan 2 Rukun Warga (RW). Dusun Rasabou terdiri dari 3 RT (yaitu RT 1, 2, dan 3) dan mencakup 1 RW (RW 1). Sementara itu, Dusun Nanga Rao juga terdiri dari 3 RT (yaitu RT 4, 5, dan 6) dan mencakup 1 RW (RW 2).
Demografi awal penempatan UPT. Sori Panihi SP 1 pada tahun 2001 sebanyak 200 KK atau 956 Jiwa (Disnakertrans NTB, 2020). Detail data 200 transmigran ditemukan dalam dokumen Surat Pengantar Ka. UPT Nomor. 560.595/28/UPT-4/VI/2004 tertanggal 2 Agustus 2004 yang ditujukkan kepada Badan Pertanaham Nasional (BPN) Kab. Bima sebagai bahan pembuatan Sertifikat Hak Milik (SHM). Saat ini, kependudukan SP 1 sudah banyak berkembang dari pecahan KK hingga 232 KK atau 794 Jiwa (BPS 2025).

Data Umum Wilayah
Desa Administrasi Rasabou
Kepala Desa Miskan S.Sos (Rasabou)
Luas Desa Administrasi 1684 Ha
Luas Desa Dalam Wilayah Transmigrasi 1222 Ha
Jumlah Penduduk SP 232 KK
Kecamatan Administrasi Tambora
Kabupaten Administrasi Bima
Provinsi Administrasi Nusa Tenggara Barat
Akses jalan raya terdekat Dekat dengan jalan Arteri dan Kolektor
Data Sosial-Ekonomi dan Demografi
3 Pekerjaan Dominan Petani, Peternak dan IRT
Pendapatan Rp3.000.000-Rp4.000.000
Jumlah Petani 406 Orang
Jumlah Peternak 385 Orang
Jumlah Nelayan 20 Orang
Data Komoditas Pertanian
Luas Lahan Pertanian 1030.49 Ha
Luas Sawah Calon LP2B 51.66 Ha
Luas Sawah Non LP2B 22.18 Ha
Luas Tegalan Calon LCP2B 652.30 Ha
Luas Tegalan Non LCP2B 304.34 Ha
Jumlah Komoditas Pertanian 7 Komoditas
Jenis Komoditas Pertanian Jagung, Padi, Kacang Tanah, Ubi Jalar, Ubi Kayu, Cabai, Jambu Mete
Jumlah Poktan 39 Kelompok
Jumlah Gapoktan Tidak ada
Fasilitas Pendukung Pertanian -
Keberadaan Produk Turunan -
Produktivitas Komoditas Jagung 11 Ton/ha
Luas Komoditas Jagung 410 Ha
Harga Komoditas Jagung Rp4.000-Rp4.400/kg
Produktivitas Komoditas Padi 49 Ton/ha
Luas Komoditas Padi 5 Ha
Harga Komoditas Padi -
Produktivitas Komoditas Kacang Tanah 5 Ton/ha
Luas Komoditas Kacang Tanah 56 Ha
Harga Komoditas Kacang Tanah Rp12.000/kg
Produktivitas Komoditas Ubi Jalar -
Luas Komoditas Ubi Jalar -
Harga Komoditas Ubi Jalar Rp100-150/karung
Produktivitas Komoditas Ubi Kayu -
Luas Komoditas Ubi Kayu 20 Ha
Harga Komoditas Ubi Kayu Rp200-250/karung
Produktivitas Komoditas Cabai -
Luas Komoditas Cabai -
Harga Komoditas Cabai -
Produktivitas Komoditas Jambu Mete 0.2 Ton/ha
Luas Komoditas Jambu Mete 184 Ha
Harga Komoditas Jambu Mete Rp19.000-22.000/kg
Produktivitas Komoditas Wijen Tidak ada
Luas Komoditas Wijen Tidak ada
Harga Komoditas Wijen Tidak ada
Produktivitas Komoditas Pisang Tidak ada
Luas Komoditas Pisang Tidak ada
Harga Komoditas Pisang Tidak ada
Produktivitas Komoditas Tembakau Tidak ada
Luas Komoditas Tembakau Tidak ada
Harga Komoditas Tembakau Tidak ada
Produktivitas Komoditas Jeruk Tidak ada
Luas Komoditas Jeruk Tidak ada
Harga Komoditas Jeruk Tidak ada
Data Komoditas Peternakan
Jumlah Komoditas Ternak 3
Jenis Komoditas Ternak Sapi, Kambing, dan Ayam
Produksi Ternak -
Fasilitas Pendukung Peternakan -
Produk Turunan Komoditas Ternak -
Data Komoditas Perikanan dan Kelautan
Jumlah Komoditas Perikanan dan Kelautan 3
Jenis Komoditas Perikanan dan Kelautan Ikan tongkol, cakalang, kerapu
Produksi Perikanan dan Kelautan -
Fasilitas Pendukung Perikanan dan Kelautan 72 Perahu
Produk Turunan Perikanan dan Kelautan -
Data Lingkungan dan Biofisik
Ketinggian Rata-rata 91,27m
Kelerengan Rata-rata 0.0847
Tanah Dominan Ustipsamments , Haplustands
Curah Hujan Rata-rata Harian 9.43 mm/hari
Total Curah Hujan Tahunan 3442 mm
Suhu Rata-rata Tahunan 27.76 °C
Suhu Rata-rata Harian Permukaan Tanah Siang Hari 43.3 °C
Evapotranspirasi Tahunan 1.54 mm
Risiko Bencana Tanah Longsor Rendah
Risiko Bencana Kekeringan Tinggi
Risiko Bencana Letusan Gunung Berapi Rendah
Risiko Bencana Banjir Bandang Sedang
Risiko Bencana Gempa Bumi Tinggi
Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Sedang
Risiko Bencana Cuaca Ekstrim Tinggi
Risiko Bencana Likuefaksi Tanah Sedang
Nilai Rata-rata NDVI 0,5
Kelembapan Relatif (RH) 78,98%
Unsur Hara dan Retensi Hara
Persiapan Contoh Tanah 1
pH H2O 6,88
pH KCl 5,58
C-Organik 0,99 %
N-Total 0,23 %
P-Tersedia (Olsen) 20,0 ppm P₂O₅
KTK 9,17 cmol/kg
Mg-dd 1,18 cmol Mg/kg
Ca-dd 4,51 cmol Ca/kg
K-dd 0,94 cmol K/kg
Na-dd 0,19 cmol Na/kg
Al-dd 0,18 cmol Al/kg
H-dd 0,32 cmol H/kg
P Potensial 268 mg P2O5 /100g
K Potensial 193 mg K2O/100g
K-Tersedia (Olsen) 64,6 ppm K2O
Kejenuhan Basa Keterbatasan air/saluran irigasi, Pertanian Tadah Hujan, Jalan usaha rusak, Sistem pertanian tradisional, tidak ada pengolahan pertanian (hanya ubi jalar dan ubi kayu), tidak adanya dermaga dan Keterbatasan akses permodalan
Sodisitas 21.69
Hara Tersedia 0.0279
Retensi Hara Tinggi
Data Teknis dan Tantangan Lapangan
Keluhan atau Hambatan Teknis Terkait Komoditas Pertanian Tadah Hujan dan Akses jalan usaha tani kurang baik